Kesehatan

Penyakit arteri koroner

Penyakit arteri koroner

Penyakit arteri koroner terjadi karena penumpukan plak atau deposito kolesterol di arteri yang memasok darah ke jantung. Penumpukan plak juga dapat menyebabkan aterosklerosis (pengerasan arteri). Akibatnya, arteri koroner menjadi terbatas, yang pada gilirannya mempengaruhi aliran darah ke jantung. Angina adalah gejala paling khas dari penyakit arteri koroner.

Istilah ‘angina pectoris’ mengacu pada nyeri dada  yang terjadi ketika ada ketidakseimbangan dalam jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh jantung dan jumlah oksigen yang dikirimkan melalui darah. Angina dikategorikan ke dalam angina stabil dan angina tidak stabil. Angina stabil ditandai dengan nyeri tumpul di dada. Hal ini disertai dengan sesak napas, mual, kelelahan, pusing, atau gelisah. Biasanya dipicu oleh aktivitas fisik atau stres. Rasa sakit juga bisa memancar ke leher, bahu, rahang, atau punggung. Gejala-gejala angina stabil dapat dikurangi dengan obat-obatan dan istirahat. Baca juga artikel lainnya “punca sakit dada kiri” seilahkan klik di sini

Gejala angina tidak stabil sama seperti dengan angina stabil. Namun, tidak ada pola atau pemicu yang dapat dikenali dalam kasus angina yang tidak stabil. Rasa sakit mulai tiba-tiba, dan sering memburuk seiring berjalannya waktu. Gejala-gejalanya bisa berlangsung lebih lama dari lima belas menit, atau terjadi bahkan ketika individu yang terkena sedang beristirahat. Pilihan perawatan untuk angina mungkin termasuk angioplasty (membuka arteri koroner yang terbatas), stenting (penempatan stent untuk menjaga arteri tetap terbuka selama angioplasti atau mencegah kekambuhan penyumbatan), terapi obat, dan perubahan gaya hidup. Baca artikel menarik lainnya: “kenapa bulu kucing boleh gugur?” selengkapnya baca di sini

Show More
Close