Aplikasi dan Software

Manfaat Teh yang Luar Biasa!

Teh, atau dalam Bahasa inggris tea merupakan tumbuhan yang termasuk dari keluarga Camellia. Tumbuhan ini banyak tumbuh di Inda, Sri Lanka, China, Jepang, Tauwan, dan Indonesia. Seperti kopi, teh yang berkualitas ditanam di tempat teduh pada ketinggian yang tinggi, untuk memilih daun yang terbaik, petani teh biasanya memetik tunas termuda dan kuncup daun yang belum dibuka, yang mengandung fenol, enzim, dan kafein tingkat tertinggi. Para peneliti menemukan bukti bahwa teh tidak hanya memberikan kehangatan, tapi juga mempunyai manfaat untuk kesehatan. Teh mengandung ratusan senyawa, termasuk berbagai jenis flavonoid, yang memiliki sifat antioksidan yang kuat. Subclass flavonoid, yaitu catechins, memiliki manfaat paling banyak untuk kesehatan.

Cukup banyak varian teh yang dapat ditemui di pasaran, beberapa diantaranya yaitu teh putih (white tea) yang dibuat dari tunas hijau dan daun muda yang dikukus dan dikeringkan, ada juga teh hitam (black tea) yang dibuat dengan menghancurkan daun teh lalu dikeringkan, varian yang paling terkenal adalah teh hijau yang dibuat dengan cara mengukus daun teh dengan tujuan menghentikan aktivitas enzim, varian lainnya yang tidak asing di telinga kita adalah teh oolong, uniknya proses pembuatannya semi fermentasi.

Perbedaan proses pembuatannya membuat kandungannya pun berbeda. Konsentrasi katekin tertinggi ditemukan pada teh hijau dan teh putih, meski begitu teh hitam juga merupakan sumber katekin yang baik. Sedangkan teh ber-merk, yang sering Anda jumpai di pusat perbelanjaan, memiliki komposisi yang terdiri dari campuran 20 varietas daun teh berbeda, tujan pencampuran tersebut untuk memastikan agar rasanya konsisten.

Anda mungkin juga pernah mendengar teh herbal, meski ada embel-embel teh di namanya, tapi teh herbal bukanlah teh. Teh herbal adalah infuse atau tisane dari berbagai macam tanaman, seperti chamomile, adenn, lavender, dan peppermint.

Manfaatnya Untuk Kesehatan

Membantu penurunan berat badan. Kandngan katekin dalam teh dapat membantu menurunkan berat badan dan lemak dengan meningkatkan pengeluaran energi dan mempromosikan oksidasi lemak.

Membantu mencegah stroke. Satu penelitian menemukan bahwa risiko stroke berkurang sekitar 70% pada pria yang minum teh hitam setiap hari. Flavonoids dalam teh dapat mencegah stroke dengan du acara. Yang pertama, flavonoid mengurangi kemampuan trombosit darah untuk membentuk bekuan darah, yang merupakan penyebab stroke paling sering. Yang kedua flavnonoids mampu menangkal beberapa kerusakan pada arteri yang disebabkan oleh radikal bebas.

Melawan diabetes. Memang mekanisme biologisnya masih belum diketahui, namun hipotesis populernya adalah bahwa epigallocatechin gallate (EGCG) dalam teh hijau mampu menurunkan tekanan darah, menurunkan gula darah, dan meningkatkan aliran darah.

Membantu kesehatan jantung. Antioksidan dalam teh dapat mencegah oksidasi kolesterol, sehingga tidak akan mudah menempel pada dinding arteri.

Menghambat perkembangan kanker. Beberapa penelitian menunjukan bahwa teh memberikan perlindungan dari beberapa jenis kanker. Kemungkinan, EGCG-lah yang berperan dalam hal ini, EGCG memberikan perlindungan pada DNA dalam sel agar tidak terjadi perubahan yang menyebabkan kanker.

Melawan infeksi. Para peneliti dari Proceedings of teh National Academy of Sciences menemukan bahwa bahan kimia dalam teh mampu meningkatkan pertahanan tubuh terhadap penyakit sebanyak lima kali lipat. Setelah diteliti, manfaat tersebut ada karena kandungan zat yang bernama L-tehanine.

Meringankan gejala asma. Teofilin alami di dalam teh bisa melebarkan saluran udara di paru-paru sehingga dapat membantu penderita asma, dan orang yang memiliki gangguan pernafasan lainnya untuk bisa bernafas secara lega.

Risikonya Untuk Kesehatan

Penyerapan zat besi. Tanin dalam teh dapat memutus penyerapan zat besi tubuh sebanyak 80% saat teh ditelan berbarengan dengan makanan yang kaya akan zat besi.

Buang air kecil yang berlebihan. Teh mempunyai efek diuretic, yang dapat meningkatkan produksi urin. Kencing yang berlebihan bisa mengganggu keseimbangan cairan dan kimia tubuh karena potassium dalam tubuh akan ikut terbawa urin saat buang air kecil.

Insomnia. Daun teh mengandung kafein dua kali lebih banyak, jika dibandingkan dengan biji kopi. Tehobromine, yang juga ditemukan dalam teh, memiliki efek yang hampir mirip dengan kafein namun efeknya lebih ringan.

Migrain. Teh dapat memicu migrain pada orang yang hipersensitif; Sedangkan bagi orang lain, teh bisa meringankan sakit kepala saat dikonsumsi dengan aspirin atau obat penghilang rasa sakit yang sejenis.

Sumber: deherba.com

Show More
Close